2.2. Tinjauan Pustaka
2.2.1. Pengaruh Kompensasi terhadap Disiplin Kerja
Kompensasi merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan disiplin kerja karyawan, karena adanya hubungan langsung antara besarnya kompensasi dengan tingkat kepatuhan karyawan terhadap peraturan organisasi[1][2][3][4][5]. Studi terdahulu mengungkapkan bahwa pemberian kompensasi yang adil dan kompetitif dapat mendorong karyawan untuk lebih disiplin dalam melaksanakan tugasnya, sehingga kinerja perusahaan menjadi optimal[2][3][4]. Namun, dalam setting tertentu seperti work from home, kompensasi kadang menunjukkan hubungan positif namun tidak signifikan terhadap peningkatan kinerja atau disiplin, sehingga perlu evaluasi lebih lanjut pada program kompensasi yang diterapkan[5].
2.2.2. Pengaruh Supervisi terhadap Disiplin Kerja
Supervisi yang efektif dan kepemimpinan yang mendukung akan meningkatkan disiplin kerja karyawan. Supervisi yang baik akan memantau, mengarahkan, serta memberikan umpan balik yang dapat memperkuat kepatuhan terhadap peraturan dan prosedur kerja di perusahaan[1][2]. Leadership yang positif dan perhatian atasan terhadap kebutuhan karyawan berkontribusi pada terciptanya disiplin kerja yang baik sehingga tujuan organisasi dapat tercapai secara optimal[1][2][6]. Dengan demikian, supervisi dan leadership style berperan penting dalam membangun lingkungan kerja yang kondusif bagi tumbuhnya kedisiplinan.
2.2.3. Pengaruh Implementasi Hono HR terhadap Disiplin Kerja
Implementasi sistem HR—dalam konteks ini seperti aplikasi Hono HR—merupakan salah satu aspek digitalisasi manajemen sumber daya manusia yang memfasilitasi pemantauan dan pengelolaan disiplin kerja. Teknologi HR berkontribusi terhadap transparansi, pelaporan kehadiran, serta pemberian reward dan punishment secara real-time, sehingga mampu meningkatkan kepatuhan karyawan terhadap peraturan kerja[6][7]. Implementasi HR system telah terbukti memudahkan supervisi dan pengendalian disiplin karyawan, sehingga hasilnya lebih objektif dan efisien.
2.2.4. Disiplin Kerja sebagai Mediator antara Faktor Eksternal dan Kinerja
Disiplin kerja tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal, tapi juga menjadi mediator penting antara berbagai faktor eksternal (seperti lingkungan kerja, kompensasi, dan supervisi) dengan hasil kinerja karyawan[8][6][7]. Hal ini ditunjukkan melalui berbagai penelitian yang menyatakan bahwa disiplin kerja mampu memperkuat atau memediasi pengaruh faktor eksternal terhadap outcome kinerja individu maupun kelompok[8][7].
2.2.5. Peran Lingkungan Kerja dalam Meningkatkan Disiplin
Lingkungan kerja yang nyaman, kondusif, serta didukung fasilitas memadai terbukti meningkatkan semangat dan disiplin kerja karyawan[8][6][9][7]. Lingkungan yang mendukung memberikan efek psikologis positif sehingga karyawan lebih mudah mematuhi aturan dan menunjukkan kedisiplinan tinggi dalam pelaksanaan tugas[8][6].
2.2.6. Hubungan Kompensasi, Motivasi, dan Disiplin Kerja
Kompensasi berkorelasi positif dengan motivasi dan disiplin kerja. Pemberian kompensasi yang sesuai berdampak secara langsung maupun tidak langsung pada peningkatan motivasi karyawan, sehingga mereka terdorong untuk bertindak disiplin dan berkomitmen pada pekerjaannya[1][10][4][5]. Motivasi yang tinggi menjadi penghubung antara kompensasi dan perilaku disiplin di lingkungan kerja[1][10][4].
2.2.7. Peran Disiplin Kerja dalam Peningkatan Kinerja Karyawan
Disiplin kerja merupakan faktor kunci yang menunjukkan tingkat kepatuhan karyawan terhadap aturan dan prosedur perusahaan. Karyawan dengan disiplin tinggi cenderung memiliki produktivitas dan kinerja yang optimal[1][2][3][10][4][6][9][7]. Perusahaan yang menegakkan kedisiplinan akan lebih mudah mencapai target dan tujuan bisnisnya.
2.2.8. Pengaruh Kebijakan Work From Home terhadap Disiplin dan Kinerja
Kebijakan work from home (WFH) memunculkan tantangan baru terkait disiplin kerja karyawan. Penelitian menunjukkan bahwa pada situasi WFH, disiplin menjadi variabel dominan yang mempengaruhi kualitas kinerja, sementara kompensasi perlu penyesuaian agar tetap relevan dalam mendorong outcome kerja[5]. Manajemen disiplin lebih menekankan pada hasil dan tanggung jawab individu.
2.2.9. Pengaruh Budaya Organisasi, Disiplin, dan Lingkungan terhadap Kinerja
Budaya organisasi yang kuat, disiplin kerja, dan lingkungan kerja yang sehat secara bersama-sama memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kinerja karyawan. Disiplin kerja tetap menjadi variabel yang tidak terpisahkan dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan budaya dan pencapaian kinerja di organisasi[9].
2.2.10. Model Integratif Pengaruh Kompensasi, Supervisi, dan Disiplin Kerja
Model integratif menyatakan bahwa pengaruh kompensasi, efektivitas supervisi, dan sistem HR, secara simultan membentuk perilaku disiplin yang pada akhirnya akan memperkuat kinerja organisasi. Sinergi antar faktor-faktor tersebut harus diupayakan agar perusahaan dapat mencapai keunggulan kompetitif berkelanjutan[1][2][3][4][6][5][9][7].
Penjelasan Pemilihan Referensi:Sepuluh referensi yang dipilih berasal dari sepuluh artikel “Research Articles” dalam rentang 7 tahun terakhir, seluruhnya terbit antara 2019-2024 dan membahas aspek kompensasi, supervisi, sistem HR, serta disiplin kerja sebagai variabel utama dalam organisasi. Keterkaitan referensi dengan berbagai sub-bab didasarkan atas relevansi langsung dan aktualitas temuan penelitian mereka terhadap topik kausalitas pengaruh kompensasi, supervisi, serta implementasi sistem HR (termasuk digitalisasi HR seperti Hono HR) terhadap disiplin kerja karyawan. Seluruh referensi telah mengadopsi pendekatan kuantitatif yang sesuai dengan desain penelitian skripsi yang diajukan, dengan berbagai objek penelitian di sektor swasta maupun publik, baik situasi normal maupun masa work from home, sehingga mendukung generalisasi temuan pada kasus Fore Coffee Semarang yang dibahas dalam skripsi. Setiap referensi secara spesifik menyoroti bagaimana kompensasi, supervisi, dan/atau implementasi sistem HR berdampak pada disiplin kerja, sehingga sangat relevan sebagai dasar penyusunan tinjauan pustaka untuk skripsi ini.