buatkan latar belakang dan permasalahan apaa dengan judul Pengaruh Psikologis dan motivasi belajar mahasiswa dalam pembelajaran akuntansi dengan 400 kata

buatkan latar belakang dan permasalahan apaa dengan judul Pengaruh Psikologis dan motivasi belajar mahasiswa dalam pembelajaran akuntansi dengan 400 kata

Latar Belakang dan Permasalahan: Pengaruh Psikologis dan Motivasi Belajar Mahasiswa dalam Pembelajaran Akuntansi

Pembelajaran akuntansi di perguruan tinggi telah mengalami dinamika kompleks seiring meningkatnya tuntutan dunia kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan. Mahasiswa akuntansi tidak hanya dituntut untuk menguasai aspek teknis seperti pencatatan dan pelaporan keuangan, tetapi juga harus mengembangkan kapasitas kognitif, transfer pengetahuan, dan keterampilan sosial yang semakin esensial dalam industri modern. Dalam konteks ini, faktor psikologis dan motivasi belajar mahasiswa menjadi penentu signifikan terhadap keberhasilan studi serta kesiapan memasuki dunia profesional.

Psikologis mahasiswa, termasuk psychological capital—komponen positif yang terdiri atas harapan, optimisme, resiliensi, dan efikasi diri—memiliki pengaruh tidak langsung namun substansial terhadap proses transfer pengetahuan dari kampus ke organisasi bisnis tempat mahasiswa bekerja. Kemampuan menyerap pengetahuan (absorptive capacity) yang dipengaruhi oleh psychological capital membuat mahasiswa lebih mampu mengaplikasikan ilmu akuntansi di lingkungan kerja nyata, sehingga pengalaman belajar di kelas mendapatkan relevansi praktik[1]. Hal ini selaras dengan model positif psychology yang menempatkan kesejahteraan psikologis sebagai landasan keberhasilan motivasi berprestasi dan pencapaian akademik di berbagai bidang, termasuk akuntansi[2].

Selain aspek psikologis, motivasi belajar menjadi faktor kunci lain yang memengaruhi kinerja dan capaian akademik mahasiswa akuntansi[3]. Lingkungan pembelajaran yang kaya dan berorientasi pada variasi tugas, otonomi, serta umpan balik performa secara reguler, terbukti dapat meningkatkan motivasi sekaligus kinerja mahasiswa. Mahasiswa yang termotivasi cenderung memiliki dedikasi yang lebih tinggi, tingkat keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran, serta ketekunan lebih besar untuk menyelesaikan tugas-tugas menantang dalam akuntansi[3][4]. Namun, berbagai penelitian juga mengindikasikan bahwa motivasi belajar mahasiswa tidak berdampak langsung pada transfer pengetahuan atau pencapaian akademik, melainkan bertindak sebagai prediktor yang mengarahkan pada akuisisi pengetahuan dan peningkatan kapasitas belajar[1].

Permasalahan yang sering muncul dalam konteks ini adalah adanya kesenjangan antara ekspektasi mahasiswa terhadap materi dan metode pembelajaran dengan realitas kurikulum akuntansi yang cenderung bersifat tradisional dan teknis. Kurangnya pendekatan inovatif dan aksi dalam pengajaran, serta dominasi metode ceramah, sering kali memperburuk persepsi negatif mahasiswa terhadap akuntansi[5][6]. Persepsi negatif ini, jika tidak ditangani melalui intervensi pedagogis yang efektif, dapat menurunkan motivasi, kesiapan, dan kinerja akademik mahasiswa akuntansi[6].

Dinamika ini diperparah oleh fakta bahwa motivasi sekolah dan keterlibatan (engagement) mahasiswa memainkan peran mediasi penting dalam hubungan antara pengalaman sosial di kampus, seperti viktimisasi atau tekanan sosial, dan prestasi akademik akhir mereka[7][4]. Oleh sebab itu, pengembangan strategi pembelajaran yang menekankan aspek psikologis positif, serta merancang lingkungan belajar yang mendukung motivasi intrinsik dan ekstrinsik mahasiswa akuntansi, merupakan kebutuhan krusial untuk meningkatkan kualitas pendidikan akuntansi sekaligus menyiapkan lulusan yang unggul dalam tantangan global.


Penjelasan Pengayaan JawabanSaya memperluas konten dasar dengan:

  • Menyajikan latar belakang luas mengenai kompleksitas tuntutan pembelajaran akuntansi dan penekanan pada relevansi aspek psikologis serta motivasi belajar.
  • Mengintegrasikan konsep psychological capital dan hubungannya dengan transfer pengetahuan berdasarkan penelitian mutakhir, serta menyandingkan dengan kerangka positive psychology dan aplikasinya pada bidang akuntansi.
  • Menjelaskan secara spesifik bahwa motivasi belajar bersifat prediktor dan menyoroti mekanisme tidak langsung dalam peningkatan kinerja akademik, berdasarkan bukti empiris dari beberapa penelitian.
  • Mengangkat masalah kesenjangan antara ekspektasi mahasiswa dan kenyataan pembelajaran akuntansi, serta akibat dari dominasi metode pengajaran tradisional terhadap persepsi dan motivasi.
  • Mengaitkan fenomena sosial di kampus, seperti viktimisasi, dan bagaimana motivasi serta engagement menjadi mediator penting yang mempengaruhi hasil belajar.
  • Memasukkan referensi dari berbagai sudut pandang (empiris, psikologis, pedagogis) untuk memperkaya argumentasi sehingga jawaban menjadi komprehensif, koheren, dan berbasis referensi akademik terkini.
References
  1. [1]

    PLETSCH, C.; ZONATTO, V. C. S. Evidence of the effects of psychological capital on the transfer of knowledge from accounting students to business organizations. Journal of Knowledge Management, 2018. https://doi.org/10.1108/jkm-04-2018-0270.

  2. [2]

    ALISMAIL, Abdulaziz Mohammed, et al. The psychological resources of success: Satisfaction with academic majors, psychological capital, and achievement motivation among future tourism and hospitality leaders. Frontiers in Psychology, 2025. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2024.1501861.

  3. [3]

    ADLER, R.; MILNE, M.; STABLEIN, R. Situated motivation: An empirical test in an accounting course. Canadian Journal of Administrative Sciences-revue Canadienne Des Sciences De L Administration, 2009. https://doi.org/10.1111/j.1936-4490.2001.tb00248.x.

  4. [4]

    EFFAH, Nana Adwoa Anokye; NKWANTABISA, A. O. The influence of academic engagement on academic performance of university accounting students in ghana. South African Journal of Accounting Research, 2021. https://doi.org/10.1080/10291954.2021.1988204.

  5. [5]

    BLUNDELL, Lance; BOOTH, P. Teaching innovative accounting topics: Student reaction to a course in social accounting. Accounting and Finance, 1988. https://doi.org/10.1111/j.1467-629x.1988.tb00095.x.

  6. [6]

    MLADENOVIC, R. An investigation into ways of challenging introductory accounting students' negative perceptions of accounting. Accounting Education, 2000. https://doi.org/10.1080/09639280010000147.

  7. [7]

    FAN, Weihua; DEMPSEY, Allison G. The mediating role of school motivation in linking student victimization and academic achievement. Canadian Journal of School Psychology, 2017. https://doi.org/10.1177/0829573516655228.

buatkan latar belakang yang mudah di mengerti dengan judul Pengaruh Psikologis dan motivasi belajar mahasiswa dalam pembelajaran akuntansi beserta permasalahan dan berisi 5 paragraf

Pembelajaran akuntansi di tingkat perguruan tinggi sering dipandang sebagai tantangan besar oleh banyak mahasiswa. Mereka dihadapkan pada materi yang menuntut logika, ketelitian, serta kemampuan memahami konsep dan teknik yang kompleks. Faktor-faktor tersebut kerap membuat mahasiswa merasa kurang percaya diri, mudah stres, bahkan cenderung membentuk persepsi negatif terhadap mata kuliah ini[1][2]. Kondisi psikologis yang tidak kondusif dapat menghambat mahasiswa untuk mencapai hasil pembelajaran yang optimal, di mana kepercayaan diri dan ketahanan psikologis menjadi modal utama agar mereka dapat menyerap dan menerapkan pengetahuan secara efektif[3].

Secara khusus, beragam variabel psikologis seperti self-efficacy, self-esteem, optimisme, serta locus of control terbukti berpengaruh terhadap capaian akademik mahasiswa akuntansi[3]. Mahasiswa dengan tingkat kepercayaan diri tinggi cenderung lebih terlibat dan gigih dalam menyelesaikan tugas-tugas akuntansi, sementara kecemasan berlebih dapat menurunkan motivasi belajar maupun prestasi mereka. Tidak hanya itu, rasa puas terhadap program studi dan lingkungan perkuliahan turut memperkuat motivasi dan ketahanan psikologis mahasiswa, sehingga mereka lebih termotivasi menghadapi tantangan akademik yang ada[4].

Motivasi belajar sendiri merupakan penentu utama keberhasilan studi akuntansi. Motivasi intrinsik seperti keinginan memahami materi secara mendalam dan motivasi ekstrinsik berupa harapan pekerjaan yang baik, dorongan dari keluarga, maupun umpan balik dosen, semuanya mendongkrak keterlibatan mahasiswa dalam proses belajar[5][6]. Lingkungan pembelajaran yang kaya, beragam tugas, pemberian otonomi, serta umpan balik reguler juga dapat secara signifikan meningkatkan motivasi dan performa mahasiswa[5]. Namun demikian, variasi motivasi di antara mahasiswa menyebabkan adanya perbedaan nyata dalam pencapaian akademik dan kemampuan transfer pengetahuan ke dunia kerja[7].

Permasalahan yang sering muncul ialah tidak semua mahasiswa memiliki kondisi psikologis yang stabil atau motivasi belajar yang kuat. Banyak yang merasa terbebani, tidak yakin dengan kemampuan sendiri, atau bahkan tidak melihat relevansi pembelajaran akuntansi bagi masa depan mereka[1][2]. Selain itu, pendekatan pembelajaran yang terlalu tradisional dan minim inovasi terbukti kurang efektif dalam mengubah persepsi negatif mahasiswa, sehingga berpotensi menurunkan antusiasme dan keaktifan mereka dalam studi akuntansi[8][2]. Ini diperparah dengan minimnya dukungan lingkungan akademik yang mampu mengakomodasi perbedaan kebutuhan psikologis maupun dorongan motivasi masing-masing mahasiswa.

Berdasarkan hal tersebut, penting untuk mengkaji secara mendalam bagaimana faktor psikologis dan motivasi belajar mahasiswa memengaruhi efektivitas pembelajaran akuntansi. Permasalahan utama yang patut menjadi fokus penelitian meliputi: seberapa besar pengaruh psikologis terhadap capaian akademik dan kesiapan transfer pengetahuan, bagaimana peran motivasi dalam menentukan keberhasilan proses pembelajaran, serta strategi apa yang dapat diterapkan oleh dosen dan institusi untuk menciptakan lingkungan pembelajaran akuntansi yang humanis, inovatif, dan mendukung perkembangan psikologis serta motivasi belajar mahasiswa secara berkelanjutan[5][4][6][7][2].

References
  1. [1]

    BYRNE, Marann; FLOOD, Barbara J. A study of accounting students' motives, expectations and preparedness for higher education. Journal of Further and Higher Education, 2005. https://doi.org/10.1080/03098770500103176.

  2. [2]

    MLADENOVIC, R. An investigation into ways of challenging introductory accounting students' negative perceptions of accounting. Accounting Education, 2000. https://doi.org/10.1080/09639280010000147.

  3. [3]

    MAMEDE, Samuel de Paiva Naves, et al. Psychological determinants of academic achievement in accounting: Evidence from Brazil. Brazilian Business Review, 2015. https://doi.org/10.15728/bbrconf.2015.3.

  4. [4]

    ALISMAIL, Abdulaziz Mohammed, et al. The psychological resources of success: Satisfaction with academic majors, psychological capital, and achievement motivation among future tourism and hospitality leaders. Frontiers in Psychology, 2025. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2024.1501861.

  5. [5]

    ADLER, R.; MILNE, M.; STABLEIN, R. Situated motivation: An empirical test in an accounting course. Canadian Journal of Administrative Sciences-revue Canadienne Des Sciences De L Administration, 2009. https://doi.org/10.1111/j.1936-4490.2001.tb00248.x.

  6. [6]

    EFFAH, Nana Adwoa Anokye; NKWANTABISA, A. O. The influence of academic engagement on academic performance of university accounting students in ghana. South African Journal of Accounting Research, 2021. https://doi.org/10.1080/10291954.2021.1988204.

  7. [7]

    PLETSCH, C.; ZONATTO, V. C. S. Evidence of the effects of psychological capital on the transfer of knowledge from accounting students to business organizations. Journal of Knowledge Management, 2018. https://doi.org/10.1108/jkm-04-2018-0270.

  8. [8]

    BLUNDELL, Lance; BOOTH, P. Teaching innovative accounting topics: Student reaction to a course in social accounting. Accounting and Finance, 1988. https://doi.org/10.1111/j.1467-629x.1988.tb00095.x.

masukan tujuannya dalam bab tersebut

Tujuan dari bab ini adalah untuk mengkaji secara mendalam bagaimana faktor psikologis dan motivasi belajar mahasiswa berpengaruh dalam proses pembelajaran akuntansi di perguruan tinggi. Penelitian‑penelitian mutakhir menegaskan bahwa aspek psikologis seperti psychological capital—yang meliputi harapan, optimisme, resiliensi, dan kepercayaan diri—berperan penting terhadap pembentukan motivasi belajar dan kemampuan mahasiswa dalam menyerap serta mentransfer pengetahuan ke lingkungan profesional mereka[1][2]. Dengan demikian, bab ini bertujuan untuk memahami mekanisme keterkaitan antara dimensi psikologis tersebut, motivasi belajar, dan efektivitas pembelajaran akuntansi, sekaligus mengidentifikasi kendala‑kendala yang dapat menghambat keberhasilan akademik mahasiswa.

Di samping itu, tujuan penting lainnya adalah menganalisis bagaimana keberagaman lingkungan dan metode pembelajaran dapat memengaruhi tingkat motivasi mahasiswa akuntansi. Studi mengenai lingkungan belajar yang kaya tugas, memberikan otonomi, dan menyediakan umpan balik performa secara reguler, terbukti mampu meningkatkan motivasi dan keterlibatan aktif mahasiswa dalam studinya[3]. Bab ini juga menyoroti pengaruh persepsi mahasiswa terhadap inovasi dalam kurikulum akuntansi dan bagaimana pengembangan metode pengajaran yang melampaui teknik tradisional mampu menumbuhkan minat dan perubahan persepsi negatif yang umum terjadi di kalangan mahasiswa[4][5].

Lebih lanjut, bab ini bertujuan untuk menggali aspek motivasi baik intrinsik maupun ekstrinsik yang mendorong mahasiswa menekuni studi akuntansi dan hubungannya dengan kinerja akademik maupun pilihan jalur karier mereka[6]. Motivasi belajar dan keterlibatan akademik diketahui menjadi prediktor penting dalam meningkatkan capaian prestasi, seperti yang terukur melalui nilai IPK maupun persepsi diri terhadap performa akademik[7]. Mengidentifikasi serta memahami variabel‑variabel yang membentuk motivasi akan memberikan pijakan yang lebih kuat bagi pengembangan strategi pembelajaran yang tepat sasaran.

Selain itu, bab ini berfokus pada pengidentifikasian tantangan psikologis yang sering dihadapi mahasiswa akuntansi—seperti stres, kecemasan, atau rendah diri—dan bagaimana institusi pendidikan dapat merancang intervensi atau strategi dukungan psikologis untuk membantu mahasiswa mengatasi hambatan tersebut. Struktur pembelajaran yang adaptif dan pendukung lingkungan akademik yang memperhatikan kebutuhan psikologis terbukti dapat meningkatkan kepuasan mahasiswa terhadap jurusan akuntansi serta motivasi berprestasi mereka di bidang ini[1][8][9].

Secara menyeluruh, bab ini bertujuan untuk merumuskan rekomendasi berbasis bukti empiris mengenai penguatan modal psikologis dan motivasi belajar mahasiswa sebagai landasan strategis dalam transformasi pendidikan akuntansi yang berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia unggul dan siap menghadapi tantangan profesi ke depan.


Penjelasan pengayaan jawaban:Saya memperluas tujuan bab dengan mendasarkan pada hasil-hasil riset terkini dalam referensi, secara khusus:

  • Menghubungkan secara eksplisit peran psychological capital sebagai mediator antara kepuasan jurusan, motivasi, dan prestasi belajar mahasiswa berdasarkan penelitian mutakhir[1][2].
  • Menjelaskan signifikansi lingkungan belajar yang enriched (kaya tugas, otonomi, feedback) serta pentingnya inovasi metode pembelajaran dalam akuntansi sebagaimana didukung temuan Adler dkk dan studi tentang inovasi di pengajaran akuntansi[3][4][5].
  • Memasukkan pembahasan tentang motivasi intrinsik/ekstrinsik terhadap kinerja dan pemilihan karier, sesuai riset tentang motivasi, engagement, dan ekspektasi karier mahasiswa akuntansi[7][6][9].
  • Menambahkan aspek pendukung terkait intervensi psikologis dalam lingkungan akademik yang secara empiris berpengaruh terhadap kesejahteraan dan prestasi mahasiswa[1][8].
  • Seluruh penjelasan dirancang menjaga makna inti agar koheren dan mudah dimengerti, serta mengacu pada penelitian yang relevan untuk penguatan argumen.
References
  1. [1]

    ALISMAIL, Abdulaziz Mohammed, et al. The psychological resources of success: Satisfaction with academic majors, psychological capital, and achievement motivation among future tourism and hospitality leaders. Frontiers in Psychology, 2025. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2024.1501861.

  2. [2]

    PLETSCH, C.; ZONATTO, V. C. S. Evidence of the effects of psychological capital on the transfer of knowledge from accounting students to business organizations. Journal of Knowledge Management, 2018. https://doi.org/10.1108/jkm-04-2018-0270.

  3. [3]

    ADLER, R.; MILNE, M.; STABLEIN, R. Situated motivation: An empirical test in an accounting course. Canadian Journal of Administrative Sciences-revue Canadienne Des Sciences De L Administration, 2009. https://doi.org/10.1111/j.1936-4490.2001.tb00248.x.

  4. [4]

    BLUNDELL, Lance; BOOTH, P. Teaching innovative accounting topics: Student reaction to a course in social accounting. Accounting and Finance, 1988. https://doi.org/10.1111/j.1467-629x.1988.tb00095.x.

  5. [5]

    MLADENOVIC, R. An investigation into ways of challenging introductory accounting students' negative perceptions of accounting. Accounting Education, 2000. https://doi.org/10.1080/09639280010000147.

  6. [6]

    NG, Yen Hong, et al. Factors influencing accounting students’ career paths. Journal of Management Development, 2017. https://doi.org/10.1108/jmd-11-2015-0169.

  7. [7]

    EFFAH, Nana Adwoa Anokye; NKWANTABISA, A. O. The influence of academic engagement on academic performance of university accounting students in ghana. South African Journal of Accounting Research, 2021. https://doi.org/10.1080/10291954.2021.1988204.

  8. [8]

    OZDIL, Esin, et al. Accounting students' motivation during the COVID‐19 pandemic: A self‐determination theory perspective. Accounting & Finance, 2025. https://doi.org/10.1111/acfi.13403.

  9. [9]

    BYRNE, Marann; FLOOD, Barbara J. A study of accounting students' motives, expectations and preparedness for higher education. Journal of Further and Higher Education, 2005. https://doi.org/10.1080/03098770500103176.

buatkan latar belakang yang mudah di mengerti dengan judul Pengaruh Psikologis dan motivasi belajar mahasiswa dalam pembelajaran akuntansi beserta permasalahan dan juga tujuan nya dan berisi 5 paragraf

Pembelajaran akuntansi di perguruan tinggi dikenal sebagai tantangan yang berat bagi banyak mahasiswa karena materi yang menuntut logika, analisis, dan ketelitian yang tinggi. Selain kompetensi teknis, faktor psikologis seperti rasa percaya diri, ketahanan menghadapi tekanan, serta kemampuan mengelola stres berperan penting dalam menentukan keberhasilan mahasiswa memahami akuntansi. Studi terbaru menegaskan peran modal psikologis—optimisme, hope, resiliensi, serta efikasi diri—yang tak hanya berpengaruh pada pembelajaran, tetapi juga kemampuan mahasiswa mentransfer pengetahuan ketika nanti memasuki dunia kerja[1]. Oleh karena itu, pembahasan aspek psikologis menjadi sangat relevan dalam konteks pendidikan akuntansi.

Motivasi belajar, baik intrinsik maupun ekstrinsik, juga menjadi faktor kunci yang mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti proses perkuliahan dan menghadapi tantangan akademik dengan lebih konsisten. Lingkungan belajar yang kaya tugas, memberikan otonomi, dan umpan balik secara rutin, diketahui dapat meningkatkan motivasi mahasiswa serta performa akademiknya[2]. Di sisi lain, kepuasan terhadap jurusan yang dipilih dan modal psikologis yang kuat terbukti memediasi serta memperkuat motivasi berprestasi di kalangan mahasiswa[3]. Hal ini menunjukkan pentingnya intervensi yang dapat menumbuhkan suasana belajar positif, sehingga motivasi belajar mahasiswa tetap terjaga.

Namun, permasalahan yang masih sering ditemukan adalah belum semua mahasiswa memiliki kondisi psikologis yang stabil atau motivasi belajar yang kuat selama menempuh perkuliahan akuntansi. Banyak mahasiswa merasa terbebani oleh materi yang sulit, pendekatan pembelajaran yang cenderung tradisional dan kurang inovatif, serta kurangnya dukungan dari lingkungan sekitar. Studi menunjukkan, persepsi negatif terhadap akuntansi sering diperburuk oleh minimnya inovasi metode pengajaran serta kurangnya upaya untuk menjembatani kebutuhan psikologis dan akademis mahasiswa, yang akhirnya menurunkan semangat, dedikasi, dan hasil belajar mereka[4][5].

Tujuan utama dari penelitian ini adalah menganalisis secara mendalam pengaruh faktor psikologis dan motivasi belajar mahasiswa terhadap proses dan hasil pembelajaran akuntansi. Penelitian ini juga bertujuan mengidentifikasi tantangan psikologis dan motivasi yang dihadapi mahasiswa, serta bagaimana kedua aspek tersebut membentuk keterlibatan, prestasi, hingga kesiapan transfer pengetahuan di lingkungan profesional[5][1]. Dengan memahami faktor-faktor ini, diharapkan dapat dirancang strategi pembelajaran dan lingkungan akademik yang lebih inklusif, efektif, serta memperhatikan kebutuhan psikologis mahasiswa.

Diharapkan, hasil penelitian ini bisa memberikan rekomendasi bagi institusi pendidikan tinggi akuntansi untuk lebih memperhatikan kesejahteraan psikologis serta motivasi belajar mahasiswa. Pengajar diharapkan bukan hanya sebagai penyampai materi, tetapi juga berperan sebagai fasilitator yang mampu membangun rasa percaya diri, memberikan umpan balik yang konstruktif, dan menciptakan suasana belajar yang memotivasi. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memahami teori akuntansi secara mendalam tetapi juga siap secara mental, motivasional, dan profesional menghadapi dinamika dunia kerja ke depan[2][3][1][5][4].

References
  1. [1]

    PLETSCH, C.; ZONATTO, V. C. S. Evidence of the effects of psychological capital on the transfer of knowledge from accounting students to business organizations. Journal of Knowledge Management, 2018. https://doi.org/10.1108/jkm-04-2018-0270.

  2. [2]

    ADLER, R.; MILNE, M.; STABLEIN, R. Situated motivation: An empirical test in an accounting course. Canadian Journal of Administrative Sciences-revue Canadienne Des Sciences De L Administration, 2009. https://doi.org/10.1111/j.1936-4490.2001.tb00248.x.

  3. [3]

    ALISMAIL, Abdulaziz Mohammed, et al. The psychological resources of success: Satisfaction with academic majors, psychological capital, and achievement motivation among future tourism and hospitality leaders. Frontiers in Psychology, 2025. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2024.1501861.

  4. [4]

    MLADENOVIC, R. An investigation into ways of challenging introductory accounting students' negative perceptions of accounting. Accounting Education, 2000. https://doi.org/10.1080/09639280010000147.

  5. [5]

    EFFAH, Nana Adwoa Anokye; NKWANTABISA, A. O. The influence of academic engagement on academic performance of university accounting students in ghana. South African Journal of Accounting Research, 2021. https://doi.org/10.1080/10291954.2021.1988204.

tlooto can make mistakes. Check important information against the original sources.