BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Pendekatan dan Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif eksploratif untuk memahami secara mendalam bagaimana faktor psikologis (misalnya hardiness, stres, kecemasan, self-efficacy) dan motivasi belajar (intrinsik maupun ekstrinsik) memengaruhi pengalaman dan hasil belajar mahasiswa dalam pembelajaran akuntansi. Pendekatan kualitatif memungkinkan interpretasi makna subjektif yang dialami mahasiswa, sesuai dengan saran bahwa kombinasi aspek psikologis dan motivasi belajar dapat memperdalam pemahaman tentang pengalaman belajar mahasiswa [1][2].
3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian akan dilakukan di Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas [Nama Universitas], selama [Bulan – Bulan, Tahun]. Lokasi dipilih secara purposif karena memiliki ekosistem pembelajaran akuntansi yang aktif dan populasi mahasiswa yang relevan dengan tujuan penelitian [3].
3.3 Informan Penelitian dan Teknik Pemilihan
Informan utama adalah mahasiswa aktif Program Studi Akuntansi yang telah menempuh minimal tiga semester dan sudah mengikuti mata kuliah akuntansi utama. Selain itu, peneliti akan mengikutsertakan dosen pengampu sebagai informan triangulasi untuk mendapatkan gambaran tentang dinamika kelas dan perilaku mahasiswa. Teknik pemilihan informan menggunakan metode purposive sampling berdasarkan kriteria berikut:
- Variasi capaian akademik (nilai tinggi, sedang, rendah)
- Keterlibatan dalam aktivitas akademik/non-akademik
- Kesediaan memberikan informasi mendalam serta mampu merefleksikan pengalaman psikologis dan motivasi selama proses belajar
Jumlah informan minimal 10–15 mahasiswa, dengan kemungkinan penambahan hingga data mencapai tingkat saturasi (data saturation), sesuai prinsip kualitatif [2].
3.4 Teknik Pengumpulan Data
Tiga teknik utama akan digunakan secara terpadu untuk memperoleh ragam dimensi data sesuai dengan karakteristik fenomena:
-
Wawancara Mendalam Semi-Terstruktur
Panduan wawancara dibuat berdasarkan teori motivasi pembelajaran (self-determination theory, expectancy-value theory) dan aspek psikologis (hardiness, coping, self-efficacy), mengacu pada temuan bahwa persepsi, emosi, tujuan, serta nilai personal sangat memengaruhi belajar dan keterlibatan akademik [1][3][4][5]. Wawancara direkam lalu ditranskrip untuk analisis lebih lanjut.
-
Observasi Partisipatif
Observasi dilakukan dalam beberapa sesi perkuliahan akuntansi untuk merekam interaksi sosial, strategi belajar, dan perilaku yang mencerminkan motivasi atau kondisi psikologis (misal, ketekunan, antusiasme, kecemasan). Catatan lapangan akan digunakan untuk mengidentifikasi pola yang tidak terjangkau melalui wawancara [2][6].
-
Studi Dokumentasi
Dokumen seperti silabus, nilai tugas/ujian, RPS, serta data kehadiran di kelas akan dianalisis untuk memperkaya konteks interpretasi dan menambah validitas analisis [3][7]. Data tersebut juga berfungsi untuk triangulasi.
3.5 Teknik Analisis Data
Teknik analisis data mengikuti model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana, yaitu:
- Reduksi Data: Data hasil wawancara, observasi, dan dokumen diseleksi dan dikodekan berdasarkan tema utama: psikologis (misal, hardiness, stres), motivasi, dan praktik pembelajaran [1][2].
- Penyajian Data: Data disajikan dalam bentuk narasi, tabel, atau matriks tematik untuk menggambarkan hubungan psikologis dan motivasi belajar dengan strategi maupun pengalaman pembelajaran akuntansi secara holistik [5][8].
- Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi: Kesimpulan diperoleh secara induktif dengan verifikasi silang antar temuan dari berbagai sumber data (wawancara, observasi, dokumen) [2].
3.6 Uji Keabsahan Data
Keabsahan data dijamin dengan pendekatan berikut:
- Kredibilitas: Dilakukan member check, triangulasi teknik (wawancara, observasi, studi dokumentasi), dan triangulasi sumber (mahasiswa serta dosen) untuk memastikan data yang diperoleh valid [2].
- Transferabilitas: Detail konteks lokasi, karakteristik informan, serta proses penelitian dijelaskan dengan rinci agar temuan dapat diaplikasikan pada konteks lain [6][8].
- Dependabilitas: Dokumentasi seluruh proses pengumpulan dan analisis data dibuat sehingga dapat ditelusuri kembali [2].
- Konfirmabilitas: Kesimpulan penelitian didasarkan pada data terbaik di lapangan, menghindari subjektivitas peneliti [2][8].
3.7 Etika Penelitian
Penelitian mengikuti kaidah etis sesuai standar penelitian sosial:
- Pengambilan informed consent secara sukarela dari seluruh informan.
- Menjamin kerahasiaan identitas informan serta data pribadi.
- Menjaga integritas dan obyektivitas dalam interaksi dan analisis data.
- Data digunakan hanya untuk kepentingan penelitian dengan pengawasan lembaga/institusi.
3.8 Penjaminan Keterkaitan dengan Literatur
Rancangan instrumen wawancara dan observasi akan mengacu pada model motivasi pembelajaran dan faktor psikologis sebagaimana disarankan oleh literatur [1][2][4][5][7]. Model self-determination theory, expectancy-value, dan komponen psikologis (seperti hardiness serta emosi) harus direpresentasikan dalam pedoman instrumen. Studi-studi terdahulu telah menegaskan bahwa pengalaman emosional, nilai, harapan, sosial, lingkungan belajar, serta strategi penilaian berpengaruh kuat terhadap motivasi dan outcome pembelajaran mahasiswa [1][2][3][4][5][6][7][8][9]. Dengan demikian, metodologi yang dirancang ini responsif terhadap tuntutan keilmuan dan kontekstual pada pembelajaran akuntansi.
Metodologi di atas diharapkan memenuhi kebutuhan penelitian kualitatif yang robust, kontekstual, dan berbasis hasil penelitian internasional mutakhir di bidang pendidikan tinggi dan akuntansi.