buatkan metodologi penelitian kualitatif dengan judul pengaruh psikologis dan motivasi belajar mahasiswa dalam pembelajaran akuntansi

buatkan metodologi penelitian kualitatif dengan judul pengaruh psikologis dan motivasi belajar mahasiswa dalam pembelajaran akuntansi

May 28, 2025 at 3:15 AM

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Pendekatan dan Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif eksploratif untuk memahami secara mendalam bagaimana faktor psikologis (misalnya hardiness, stres, kecemasan, self-efficacy) dan motivasi belajar (intrinsik maupun ekstrinsik) memengaruhi pengalaman dan hasil belajar mahasiswa dalam pembelajaran akuntansi. Pendekatan kualitatif memungkinkan interpretasi makna subjektif yang dialami mahasiswa, sesuai dengan saran bahwa kombinasi aspek psikologis dan motivasi belajar dapat memperdalam pemahaman tentang pengalaman belajar mahasiswa [1][2].

3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian akan dilakukan di Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas [Nama Universitas], selama [Bulan – Bulan, Tahun]. Lokasi dipilih secara purposif karena memiliki ekosistem pembelajaran akuntansi yang aktif dan populasi mahasiswa yang relevan dengan tujuan penelitian [3].

3.3 Informan Penelitian dan Teknik Pemilihan

Informan utama adalah mahasiswa aktif Program Studi Akuntansi yang telah menempuh minimal tiga semester dan sudah mengikuti mata kuliah akuntansi utama. Selain itu, peneliti akan mengikutsertakan dosen pengampu sebagai informan triangulasi untuk mendapatkan gambaran tentang dinamika kelas dan perilaku mahasiswa. Teknik pemilihan informan menggunakan metode purposive sampling berdasarkan kriteria berikut:

  • Variasi capaian akademik (nilai tinggi, sedang, rendah)
  • Keterlibatan dalam aktivitas akademik/non-akademik
  • Kesediaan memberikan informasi mendalam serta mampu merefleksikan pengalaman psikologis dan motivasi selama proses belajar

Jumlah informan minimal 10–15 mahasiswa, dengan kemungkinan penambahan hingga data mencapai tingkat saturasi (data saturation), sesuai prinsip kualitatif [2].

3.4 Teknik Pengumpulan Data

Tiga teknik utama akan digunakan secara terpadu untuk memperoleh ragam dimensi data sesuai dengan karakteristik fenomena:

  1. Wawancara Mendalam Semi-Terstruktur Panduan wawancara dibuat berdasarkan teori motivasi pembelajaran (self-determination theory, expectancy-value theory) dan aspek psikologis (hardiness, coping, self-efficacy), mengacu pada temuan bahwa persepsi, emosi, tujuan, serta nilai personal sangat memengaruhi belajar dan keterlibatan akademik [1][3][4][5]. Wawancara direkam lalu ditranskrip untuk analisis lebih lanjut.

  2. Observasi Partisipatif Observasi dilakukan dalam beberapa sesi perkuliahan akuntansi untuk merekam interaksi sosial, strategi belajar, dan perilaku yang mencerminkan motivasi atau kondisi psikologis (misal, ketekunan, antusiasme, kecemasan). Catatan lapangan akan digunakan untuk mengidentifikasi pola yang tidak terjangkau melalui wawancara [2][6].

  3. Studi Dokumentasi Dokumen seperti silabus, nilai tugas/ujian, RPS, serta data kehadiran di kelas akan dianalisis untuk memperkaya konteks interpretasi dan menambah validitas analisis [3][7]. Data tersebut juga berfungsi untuk triangulasi.

3.5 Teknik Analisis Data

Teknik analisis data mengikuti model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana, yaitu:

  • Reduksi Data: Data hasil wawancara, observasi, dan dokumen diseleksi dan dikodekan berdasarkan tema utama: psikologis (misal, hardiness, stres), motivasi, dan praktik pembelajaran [1][2].
  • Penyajian Data: Data disajikan dalam bentuk narasi, tabel, atau matriks tematik untuk menggambarkan hubungan psikologis dan motivasi belajar dengan strategi maupun pengalaman pembelajaran akuntansi secara holistik [5][8].
  • Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi: Kesimpulan diperoleh secara induktif dengan verifikasi silang antar temuan dari berbagai sumber data (wawancara, observasi, dokumen) [2].
3.6 Uji Keabsahan Data

Keabsahan data dijamin dengan pendekatan berikut:

  • Kredibilitas: Dilakukan member check, triangulasi teknik (wawancara, observasi, studi dokumentasi), dan triangulasi sumber (mahasiswa serta dosen) untuk memastikan data yang diperoleh valid [2].
  • Transferabilitas: Detail konteks lokasi, karakteristik informan, serta proses penelitian dijelaskan dengan rinci agar temuan dapat diaplikasikan pada konteks lain [6][8].
  • Dependabilitas: Dokumentasi seluruh proses pengumpulan dan analisis data dibuat sehingga dapat ditelusuri kembali [2].
  • Konfirmabilitas: Kesimpulan penelitian didasarkan pada data terbaik di lapangan, menghindari subjektivitas peneliti [2][8].
3.7 Etika Penelitian

Penelitian mengikuti kaidah etis sesuai standar penelitian sosial:

  • Pengambilan informed consent secara sukarela dari seluruh informan.
  • Menjamin kerahasiaan identitas informan serta data pribadi.
  • Menjaga integritas dan obyektivitas dalam interaksi dan analisis data.
  • Data digunakan hanya untuk kepentingan penelitian dengan pengawasan lembaga/institusi.
3.8 Penjaminan Keterkaitan dengan Literatur

Rancangan instrumen wawancara dan observasi akan mengacu pada model motivasi pembelajaran dan faktor psikologis sebagaimana disarankan oleh literatur [1][2][4][5][7]. Model self-determination theory, expectancy-value, dan komponen psikologis (seperti hardiness serta emosi) harus direpresentasikan dalam pedoman instrumen. Studi-studi terdahulu telah menegaskan bahwa pengalaman emosional, nilai, harapan, sosial, lingkungan belajar, serta strategi penilaian berpengaruh kuat terhadap motivasi dan outcome pembelajaran mahasiswa [1][2][3][4][5][6][7][8][9]. Dengan demikian, metodologi yang dirancang ini responsif terhadap tuntutan keilmuan dan kontekstual pada pembelajaran akuntansi.


Metodologi di atas diharapkan memenuhi kebutuhan penelitian kualitatif yang robust, kontekstual, dan berbasis hasil penelitian internasional mutakhir di bidang pendidikan tinggi dan akuntansi.

References
  1. [1]

    COLE, Michael S.; FEILD, H. S.; HARRIS, S. Student learning motivation and psychological hardiness: Interactive effects on students' reactions to a management class. Academy of Management Learning and Education, 2004. https://doi.org/10.5465/amle.2004.12436819.

  2. [2]

    YAHATA, Shinsuke, et al. Fostering student motivation towards community healthcare: A qualitative study. BMJ Open, 2021. https://doi.org/10.1136/bmjopen-2020-039344.

  3. [3]

    WARD, A.; BRENNAN, N.; WYLIE, Judith. Enrolment motivation of accounting doctoral students: Professionally qualified and non-professionally qualified accountants. Accounting Forum, 2021. https://doi.org/10.1080/01559982.2021.2001127.

  4. [4]

    MACLELLAN, Effie. The significance of motivation in student-centred learning: A reflective case study. Teaching in Higher Education, 2008. https://doi.org/10.1080/13562510802169681.

  5. [5]

    HARIRI, H. Motivation and learning strategies: Student motivation affects student learning strategies. European journal of educational research, 2021. https://doi.org/10.12973/eu-jer.10.1.39.

  6. [6]

    FERNÁNDEZ-RÍO, J., et al. Impact of a sustained cooperative learning intervention on student motivation. Physical Education and Sport Pedagogy, 2017. https://doi.org/10.1080/17408989.2015.1123238.

  7. [7]

    TOKAN, M. K.; IMAKULATA, M. M. The effect of motivation and learning behaviour on student achievement. South African Journal of Education, 2019. https://doi.org/10.15700/saje.v39n1a1510.

  8. [8]

    KUSURKAR, R., et al. The effect of assessments on student motivation for learning and its outcomes in health professions education: A review and realist synthesis. Academic Medicine, 2023. https://doi.org/10.1097/acm.0000000000005263.

  9. [9]

    BACCA, Jorge, et al. Insights into the factors influencing student motivation in augmented reality learning experiences in vocational education and training. Frontiers in Psychology, 2018. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2018.01486.

May 28, 2025 at 3:15 AM

buatkan kesimpulan diatas

May 28, 2025 at 3:37 AM

Berdasarkan metodologi penelitian kualitatif yang telah dirancang terkait pengaruh psikologis dan motivasi belajar mahasiswa dalam pembelajaran akuntansi, dapat disimpulkan bahwa pendekatan ini secara efektif memberikan pemahaman mendalam terhadap pengalaman subjektif mahasiswa, khususnya mengenai bagaimana faktor psikologis (misalnya hardiness dan self-efficacy), serta motivasi belajar (intrinsik dan ekstrinsik), memengaruhi proses dan hasil pembelajaran akuntansi. Dengan menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta studi dokumentasi, penelitian ini mampu mengungkap keragaman sudut pandang mahasiswa yang dipilih secara purposive, sehingga tercapai data yang kaya dan relevan secara kontekstual dengan dunia pendidikan akuntansi saat ini [1][2][3][4].

Analisis menggunakan model Miles dan Huberman serta triangulasi teknik menghasilkan validitas data yang tinggi dan memastikan hasil penelitian dapat diandalkan dan ditelusuri ulang. Prinsip etika dijaga dengan ketat demi melindungi hak dan privasi informan sesuai standar penelitian sosial. Hasil penelitian diharapkan tidak hanya berkontribusi pada pemahaman akademik mengenai pentingnya aspek psikologis dan motivasi dalam keberhasilan pembelajaran akuntansi, namun juga memberikan rekomendasi praktis untuk merancang strategi pembelajaran yang adaptif, berpihak pada kebutuhan mahasiswa, serta mampu memfasilitasi keterlibatan dan pencapaian akademik yang optimal [1][5][6].

Relevansi metodologi kualitatif dalam penelitian akuntansi juga diperkuat oleh berbagai literatur terkini yang menyoroti pentingnya eksplorasi pengalaman, persepsi, dan motivasi mahasiswa sebagai bagian integral dari pengembangan kurikulum dan inovasi pedagogik [2][3][4]. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya responsif terhadap tuntutan metodologis di bidang ilmu akuntansi, tetapi juga memberikan landasan ilmiah yang kuat bagi pengembangan pendidikan akuntansi berbasis pengalaman dan kebutuhan psikologis mahasiswa [1][4][5].

References
  1. [1]

    LUCAS, U. WORLDS APART: STUDENTS' EXPERIENCES OF LEARNING INTRODUCTORY ACCOUNTING☆. Critical Perspectives on Accounting, 2000. https://doi.org/10.1006/cpac.1999.0390.

  2. [2]

    LEE, Bill; HUMPHREY, C. More than a numbers game: Qualitative research in accounting. Management Decision, 2006. https://doi.org/10.1108/00251740610650184.

  3. [3]

    MODELL, Sven; HUMPHREY, C. Balancing acts in qualitative accounting research. Qualitative Research in Accounting & Management, 2008. https://doi.org/10.1108/11766090810888908.

  4. [4]

    HIMICK, Darlene; JOHED, Gustav; PELGER, Christoph. Qualitative research on financial accounting – an emerging field. Qualitative Research in Accounting & Management, 2022. https://doi.org/10.1108/qram-11-2021-0207.

  5. [5]

    COLE, Michael S.; FEILD, H. S.; HARRIS, S. Student learning motivation and psychological hardiness: Interactive effects on students' reactions to a management class. Academy of Management Learning and Education, 2004. https://doi.org/10.5465/amle.2004.12436819.

  6. [6]

    WARD, A.; BRENNAN, N.; WYLIE, Judith. Enrolment motivation of accounting doctoral students: Professionally qualified and non-professionally qualified accountants. Accounting Forum, 2021. https://doi.org/10.1080/01559982.2021.2001127.

May 28, 2025 at 3:37 AM

tlooto can make mistakes. Check important information against the original sources.